Resume ke-14 ( Jumat, 17 Juni 2022)
Konsep Buku Nonfiksi
Oleh : Adnan Adam
Seperti biasanya Pelatihan Belajar
Menulis yang diselenggarakan PGRI Pusat diasuh oleh OM Jay bersama Tim Solidnya
pertemuan ke 14 dimulai pukul 19.00 WIB (jumat, 17 juni 2022). Kali ini
menampilkan narasumbernya Ibu Musiin, M Pd dan didampingi moderator Lely
Suryani. Tema yang dibahas yakni Konsep Buku Nonfiksi. Apa isi materinya ini
marilah kita ikuti tulisan beliau yang disampaikan lewat WA grup Belajar
Menulis Gelombang 25-26 sebagai berikut :
Assalamualaikum warohmatullohi
wabarokatuh.. Alhamdulillah, Puji syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Allah
Tuhan Yang Maha Esa. Atas limpahan segala karuniaNya, kita bisa dipertemukan
dalam keadaan sehat wal Afiat. Aamiin. Sehat jasmami dan rohani, Jernih pikiran
dan hati, Akan memudahkan diri, Dalam
bertholabul ilmi, Aamiin.
Bapak DR. Wijaya Kusumah yang saya
hormati, Para Narasumber yang saya hormati pula, Dan kepada Ibu Musiin yang
saya hormati, Narasumber malam ini, saya ucapkan selamat datang di sini. Saya
yang akan membersamai malam ini, semoga berkenan di hati, mencapai puncak keberhasilan
yang hakiki, dalam menularkan ilmu konsep buku non fiksi.
Tak lupa kepada rekan team yang
selalu siap dibelakang layar sigrak, dengan sigap pasti akan bergerak, manakala ada sesuatu yang
perlu di dongkrak. Horeee.. Tepuk tangan buat team Om Jay...Dan Om Jay berkenan
hadir malam ini untuk menyemangati kita.. agar jangan sampai kendor.. MENULISLAH
SETIAP HARI.. BUKTIKAN APA YANG TERJADI.. Oke, para penulis hebat yang sehati,
tidak elok jika terlalu berpanjang lebar ke sana ke mari,.
Perkenankan saya, Lely Suryani,
moderator malam ini, dengan mengawali grup saya kunci, agar memudahkan kita
berkolaborasi.Nah, agar melancarkan pertemuan ini, saya bagi menjadi 4 sesi. Pembukaan
adalah pertama kali, di susul perkenalan dan pemaparan materi, kemudian tanya jawab yang pertanyaannya
dikirim melalui WA pribadi, dan penutup diurutan terakhir nanti.
Ayo, kita langsung berdoa sesuai
dengan agama dan kepercayaan masing -
masing. Berdoa.. ..mulai... selesai. Selanjutnya, kita sambut dengan gemuruh..
nara sumber kita, MU: Mudah bergaul dengan siapa saja. SI : Siapapun bisa jadi
teman dan kawannya. IN : Indah hidupnya
karena banyak teman . IBU MUSIIN... Hehee..Apakah begitu..? Ayo kita tunggu
konfirmasinya. Waktu sepenuhnya saya
haturkan kepada ibu Musiin.. (Sumber : Lely Suryani, WA Grup Belajar Menulis
25-26)
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum
Wr. Wb. Salam sehat, Waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh. Sehat. Selamat
malam Bapak Ibu penulis hebat, peserta
kelas menulis Om Jay gelombang 25 dan 26. Ucapan terima kasih saya sampaikan
kepada Om Jay dan Ibu Moderator Ibu Lely
Suryani yang telah memberi kesempatan kepada
saya untuk berbagi sedikit ilmu dan berdiskusi dengan Bapak Ibu.
Mari kita serukan yel-yel kita.
MENULISLAH SETIAP HARI.. BUKTIKAN APA YANG TERJADI.. Mari-mari- mari.. Terima kasih. Semoga kegiatan menulis ini menjadi berkah
bagi kita semua yang sedang dalam masa pemulihan setelah pandemi Covid-19 dan pertemuan ini menjadi penguat iman dan
imun tubuh. Semoga ilmu yang kita peroleh malam ini bermanfaat dunia akhirat.
Aamiin3..
Bapak Ibu penulis hebat, saya adalah
alumni kelas menulis seperti halnya Bapak Ibu saat ini. Di awal saya ikut kelas
menulis saya juga belum memiliki blog, saya berangkat dari nol. Saya tidak
pernah bermimpi untuk bisa menulis buku, namun ternyata kelas menulis Om Jay
menjadi pembuktian bahwa TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN. Kata Prof Rhenaldi
Kasali, kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan selalu yakin ada pintu di tengah tembok
rintangan. Menulislah setiap hari, maka
keajaiban akan datang
[19.14,
17/6/2022] +62 812-5995-0111: Saya adalah alumni kelas menulis Om Jay gelombang
8 yang juga mendapat kesempatan sekaligus tantangan menulis yang diberikan Prof.
Eko. Kami bersembilan telah berhasil menaklukakan tantangan menulis Prof Eko
dan buku kami telah berhasil dipajang di toko buku Gramedia secara online
maupun offline. Buku karya saya berjudul Literasi Digital Nusantara.
Meningkatkan Daya Saing Generasi
Hari ini Bapak Ibu sudah sampai di
pertemuan ke-14, dan Bapak Ibu sudah menerima materi dari para narasumber yang
luar biasa yang semuanya mendorong untuk segera aksi nyata menghasilkan buku.

Wah.. sudah lama lulusnya ya bu...Makanya jadi
narasumber.. hehee..
Betul sekali. Saya merasa sangat
beruntung bisa mengikuti kelas menulis Om Jay. Om Jay adalah tokoh yang selalu
menjaga komitmen dengan terus menulis di blog. Luar biasa..

Lulusan
BM nya Om Jay.. semua luar biasa..
Karya kami bersembilan yang telah
berhasil dipajang di rak toko buku Gramedia. Wow.. banget..Saya telah berhasil
mengalahkan ketakutan dari diri saya sendiri. Ketakutan itu ternyata merendahkan potensi saya untuk menulis. Kapan
kita menyusul.. ayo buktikan..Saya yakin Bapak Ibu hebat yang ada di kelas ini
pasti juga mampu menjadi PEMENANG DENGAN
MENERBITKAN TIDAK HANYA 1 buku namun puluhan buku.
Bapak Ibu yang luar biasa,
ketakutan yang saya rasakan ketika
menulis buku adalah sebagai berikut: 1.).Takut tidak ada yang membaca, 2.).Takut
salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan, 3.).Merasa karya orang lain
lebih bagus. Menulis menjadi momok yang menakutkan karena harus menghasilkan
dan harus mengeluarkan ide,
Akhirnya saya singgah di Kelas
menulis Om Jay dan bertemu dengan banyak penulis pemula dan pemateri hebat,
salah satunya adalah Prof Eko. Dan cahaya untuk berkarya berasal dari diri saya
sendiri. Saya yang minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis. Kegiatan
menulis ternyata sangat menyenangkan. Bapak ibu jangan sampai menjadikan
kegiatan menulis, sebagai contoh menulis resume kelas Om Jay menjadi sebuah
mimpi buruk.
Saya lanjut dulu ya Bu Lely, Bapak
Ibu penulis hebat. Seperti yang disampaikan Prof Eko,dan Bunda Sri, Bapak Ibu
bisa menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita, atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai.
Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang
ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. Saya memiliki buku, Bapak Ibu
juga memiliki buku, NAMUN buku tersebut MASIH belum lahir.

Adakah sebuah buku di dalam diri
Bapak Ibu? Kapankah buku yang luar biasa itu akan lahir? Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat
populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book
Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di
dalam dirinya. Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian
entah itu pahit atau manis mengukir
perjalanan hidup kita. Jadi, semua tergantung pada individu masing-masing
apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak.
Bapak Ibu penulis hebat, di era
digital seperti saat ini, arus informasi begitu deras. Dalam hitungan detik,
jutaan informasi masuk melalui berbagai aplikasi yang bisa menjadi referensi
kita untuk menulis buku. Semua adalah
guru, kita semua adalah murid. Betul-betul..Ambil nafas dulu bu..Buku yang
kita tulis akan menjadi saksi sejarah untuk anak cucu, murid dan generasi yang
akan datang. yang akan menjadi pemantik mereka untuk menjadi lebih hebat dari
kita
Bapak Ibu yang hebat, menulis
bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di
antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap
paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru
tantangannya ada karena menulis sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan
mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir
CINTA MENULIS. Sebelum menulis buku, Bapak ibu harus menemukan alasan kuat
mengapa ingin menjadi penulis.https://bit.ly/3DbBNh6
Jangan lupa mengisi form absensi.. sambil menyimak materi yang luar
biasa ini.
Kutipan terkenal dari Imam Ghazali dan Pramoedya Ananta Toer semoga
menjadi penguat mengapa saya dan Bapak Ibu
ingin menjadi penulis.


Apakah kutipan tersebut masih
berlaku di era digital saat ini? Tak kan
lekang dimakan zaman ya bu..? Jawabannya YES. Caption di instragram, status di
whatsapp, tulisan di faceb ook maupun konten di you- tube membutuhkan
keterampilan menulis.. Masih ingat dengan cerita Layangan Putus yang viral,
cerita tersebut berasal dari tulisan di facebook.
Silakan teh manis dan pisang goreng
dicicipi dulu. Keinginan kuat ternyata
mengantarkan ke hukum tarik menarik di alam semesta ini. Hukum Tarik-Menarik
dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Pikiran menjadi penulis mengantarkan saya
mengikuti kelas-kelas menulis (salah satunya kelas Om Jay dan tantangan menulis selama 2 minggu bersama
Prof. Eko.
Bapak Ibu penulis hebat, malam ini
kita membahas buku nonfiksi. Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni: 1.) Pola Hierarkis (Buku disusun
berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) , Contoh:
Buku Pelajaran. 2). Pola Prosedural
(Buku disusun berdasarkan urutan proses). Contoh: Buku Panduan, 3). Pola Klaster (Buku disusun secara
poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan
bab yang dalam hal ini antar bab setara)
Pola yang saya pakai dalam menulis
buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster. Oke.. Kita minum dulu. Kirim pertanyaan seputar materi malam ini
dengan menyebutkan nama, kota dan gelombang, Kirim via japri ke 081388112412
Proses penulisan buku nonfiksi
terdiri dari 5 langkah, yakni : 1). Pratulis,
2).Menulis Draf, 3).Merevisi Draf, 4). Menyunting Naskah, 5). Menerbitkan
Langkah
Pertama Pratulis : 1).Menentukan tema, 2). Menemukan ide, 3). Merencanakan jenis tulisan, 4). Mengumpulkan bahan tulisan, 5). Bertukar
pikiran, 6). Menyusun daftar, 7).Meriset,
8). Membuat Mind Mapping, 9). Menyusun
kerangka.
Tema
bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah
parenting, pendidikan, motivasi dll.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi
sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya :
1). Pengalaman pribadi, 2). Pengalaman orang lain, 3). Berita di media massa, 4). Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram, 5). Imajinasi, 6). Mengamati lingkungan, 7). Perenungan, 8). Membaca buku, 9). Survey, 10). Wawancara
Tema yang saya angkat di buku saya
adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa, mengamati lingkungan serta diperkuat dari
materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform
Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020. Referensi berasal
dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet.
Referensi penulisan buku bisa dari
sumber berikut ini.: 1) .Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal ,
atau informal ; 2). Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal ,
atau informal ; 3). Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ; 4).
Penemuan yang telah didapatkan. 5). Pemikiran yang telah direnungkan
Tahap berikutnya membuat
kerangka.Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan
ke proses penulisan. Berikut ini adalah
dafatr isi dari buku yang saya tulis.
BAB
1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB
2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB
3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas
Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB
4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB
5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di
Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset
Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Dalam menulis isi buku berdasarkan
kerangka yang dibuat, saya mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)
Pak Yulius juga merupakan alumni
gelombang 8 dan saya yakin beliau juga akan memberikan materi kepada Bapak
Ibu. Langkah beliau sangat mujarab untuk
menulis sebuah buku. Dengan mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi
dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata
secara otomatis. Untuk menulis buku, kita memakai anatomi buku. Anatomi buku
ini sangat penting jika ingin mengikuti ujian sertifikat penulis.
Anotomi Buku : 1) Halaman Judul, 2). Halaman Persembahan (OPSIONAL), 3).Halaman
Daftar Isi, 4). Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang
berpengaruh), 5). Halaman Prakata, 6). Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL), 7). Bagian /Bab, 8 ). Halaman Lampiran
(OPSIONAL), 9). Halaman Glosarium, 10). Halaman
Daftar Pustaka, 11). Halaman Indeks, 12). Halaman Tentang Penulis
Langkah kedua Menulis Draf : 1).Menuangkan konsep tulisan ke tulisan
dengan prinsip bebas, 2). Tidak
mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
Langkah ketiga Merevisi Draf : 1). Merevisi
sistematika/struktur tulisan dan penyajian, 2). Memeriksa gambaran besar dari
naskah,
Langkah keempat : Menyunting naskah (KBBI dan
PUEBI) : 1). Ejaan, 2). Tata bahasa, 3) Diksi, 4). Data dan fakta, 5). Legalitas dan norma
Hambatan-hambatan dalam menulis : 1).
Hambatan waktu, 2). Hambatan kreativitas, 3). Hambatan teknis, 4). Hambatan
tujuan, 5). Hambatan psikologis
Demikian sharing pengalaman dari
saya. Semoga ilmu yang sedikit ini bisa membantu Bapak Ibu menaklukkan
tantangan untuk menulis buku non-fiksi. Sebelum kita ke tanya jawab, saya
bagikan biodata saya. Kalau tak kenal maka tak sayang.
Silahkan
teman-teman.. buka biodata narasumber.. Pasti ada sesuatu di sana. https://www.youtube.com/watch?v=Yb1AvQceEAw
Boleh
tanya ini bu.. Selai sebagai penulis.. ibu juga fouder YAPSI. Dananya dari mana
bu ?
Sebagai organisasi kemasyarakatan,
kita bisa mengirimkan proposal ke lembaga-lembaga dalam negeri maupun luar
negeri. Proposal yang kita kirim akan diverifikasi dan lembaga kita akan
dikunjungi. Masya Alloh.. Go internasional..Tetaplah setia dengan pilihan dan
terus berbuat baik. Tetaplah terus menulis, menulis dan menulis. Semoga tulisan
kita menjadi inspirasi orang lain.
Oke.. kita bincang hal ini di lain waktu ya
bu?..Ini sudah ada pertanyaan masuk bu.. Langsung ya bu? Jika sudah selesai
menjawab di beri kode N. Ok siap
P1. Assalamualaikum Bu, saya bu Elmi dari Riau
BM 25 mau bertanya Bu :
1.
Apa ciri-ciri buku non fiksi
2.
Bagaimana penggunaan bahasa dalam menulis buku non fiksi
3.
Apakah buku non fiksi itu faktual atau aktual Bu, dan apa bedanya.
4.
Isi bukunya diambil dari mana Bu.
Demikianlah
mohon arahannya Bu. Terimakasih
Buku nonfiksi adalah buku yang
ditulis berdasarkan kenyataan atau fakta. Ciri-ciri buku nonfiksi adalah
sebagai berikut : 1). Bahasa yang digunakan formal dan baku. 2). Isi berkaitan
dengan fakta. 3). Tulisan bersifat ilmiah populer , 4). Isi diambil dari
penelitian atau temuan yang sudah ada. Jenis Buku Non Fiksi : 1). Buku Catatan
Pelajaran, 2). Buku Teks, 3). Buku Pelajaran, 4). Buku Motivasi, 5). Buku
Filsafat, 6). Buku Sains Populer, 7). Kamus, 8). Ensiklopedia, 9). Biografi, 10).
Memoar
Faktual tidak berkaitan dengan
momen, namun lebih ke isi. Sedangkan aktual mengacu ke sesuatu yang sedang
dibahas atau dibicarakan. Faktual bisa aktual, sedangkan aktual belum tentu faktual.
Terimakasih..
Semoga
yang bertanya dan saya juga.. jadi jelas ..tidak suka keliru lagi antara fiksi
dan non fiksi..
Hehee..
Bunda Elmi sudah jelas ya? Maaf ibu. Ini maksudnya apa mohon arahannya ibu . Faktual
tidak berkaitan dengan momen, namun lebih ke isi. Sedangkan aktual mengacu ke
sesuatu yang sedang dibahas atau dibicarakan. Faktual bisa aktual, sedangkan
aktual belum tentu faktual.
Faktual
bisa aktual sedangkan aktual Belum tentu faktual saya tidak faham ini bu. Bu Musiin.. itu
pertanyyan lagi . Sesuatu yang berdasarkan fakta bisa bersifat kekinian,
sedangkan berita kekinian belum tentu itu berdasarkan fakta, misalnya hoax yang
berkembang di masyarakat. Oke.. itu pertanyaan ke dua dari orang yang sama
yaitu bunda Elmi.
P3.
Nama Endang Sri Purwanti, Kota Balikpapan, Gelombang 25
Subhanallah,
super kreatif Bu In. Ketakutan saya adalah dicap plagiat. Walaupun sudah
melampirkan foto dan hasil penelitian. Bagaimana meyakinkan orang bahwa yang
saya tulis merupakan hal baru. Pada kajian teori mengutip referensi/sumber
lain. Apakah ini disebut plagiat
Untuk meyakinkan orang bahwa tulisan
kita bukan hasil dari plagiarisme dengan mencantumkan sumber dari data,
pendapat atau gambar yang kita ambil untuk tulisan Untuk saat ini ada alat berbasis web yang dapat
mendeteksi level plagiarisme. Alat ini bisa dipakai sebelum kita meng-upload
tulisan kita. Esai yang kita kirimkan
jika kita mengikuti lomba, filter pertama pasti plagiarisme checker. Untuk itu
kita harus pandai mengolah kata dari ide yang kita ambil. Jika kita hanya copy
paste tanpa mencantumkan sumber, tentu dianggap sebagai plagiat.
P4.. Assalamu'alaikum wr wb mohon
izin bertanya dari Vitriah MTsN Sumba
Timur gelombang 25 bahwa pada bagian kedua menulis draf itu kita bebas
menuangkan tulisan atau ide-ide. Apakah bebas dimaksud adalah memilih model
teks yang kita gunakan dalam menulis seperti teks deskripsi, narasasi,
eksposisi, dan mungkin eksplanasi. Atau bebas dalam hal apa bu? Mohon pencerahannya🙏
Terima kasih Bu Vitriah atas
pertanyaannya. Kita bisa menggunakan
model teks apapun sepanjang itu sesuai dengan tujuan tulisan kita,
misalkan kita menulis jenis buku motivasi. Untuk meyakinkan pembaca kita bisa
menggunakan teks persuasi atau teks
narasi ketika kita memberi cerita untuk memperkuat motivasi kita. Untuk buku
teks pelajaran, model teks yang kita gunakan adalah eksplanasi dan deskriptif. Semakin
lama jam terbang, penulis akan secara otomatis menyesuaikan agar makna yang
disampaikan mudah ditangkap pembaca.
P5. Bu Elmi Riau, Bu saya pernah
dengar bahwa cerita non fiksi itu ada
yang disebut cerita murni ada pula cerita kreatif. Tapi saya masih kurang faham
Bu. Mohon arahannya ya Bu. Terimakasih
banyak bu
Terima kasih Bu Elmi. Kembali ke bu
Elmi lagi..Kereen bu Elmi..Semangat belajarnya tinggi, Kita lihat kembali jenis
tulisan nonfiksi., Nonfiksi murni ditulis berdasarkan data-data otentik atau
berdasarkan penelitian dan mempunyai daya pendukung yang jelas. Nonfiksi
kreatif berasal dari sumber otentik namun kemudian dikembangkan oleh penulis, Contoh
tulisan nonfiksi kreatif adalah biografi. Tulisan ini berdasarkan sumber
otentik, namun agar menarik tulisan tersebut dikembangkan oleh penulis. Memoar
juga dikategorikan nonfiksi kreatif. : Mbak Lely bisa dilanjutkan japri ya, ini
mata sudah tidak bersahabat. Semua pertanyaan Insha Allah saya jawab.
P
6. Assalamualaikum, selamat malam, saya Farida Haryati dari Jambi, izin
bertanya
1.
Apakah ada tahapan yang baku untuk menyusun bagian awal, isi, dan penutup pada
buku nonfiksi?
2.
Untuk mengurutkan bagian bab dan subbab pada buku nonfiksi, apakah disesuaikan
dengan tema, topik, ataukah judul?
3.
Mohon penjelasannya tentang penerbitan.
Terima
kasih moderator dan narasumber, semoga sehat selalu 🤲
Terima kasih Bu Farida. Untuk
tahapan atau langkah-langkah penulisan sama, baik itu awal, isi dan penutup.
Semua pasti dari menentukan tema. Untuk
anatomi buku, silakan melihat kembali yang sudah saya sampaikan. Anatomi
tersebut akan dilihat jika mengikuti uji sertifikasi penulis. Untuk urutan bab,
sub bab harus disesuaikan dengan tema. Untuk itu sebelum menulis, kita harus
membuat kerangka berdasarkan tema kita. Untuk penerbitan, teman teman di group
ini pasti akan membantu.
P7.. Dari ibu Endang Sri Purwati. Maaf,
lanjut bertanya lagi. Cerita novel Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, dll
merupakan cerita memoar. Apakah ini buku non fiksi
Definisi memoar adalah bentuk
nonfiksi kreatif di mana penulis
menceritakan pengalaman dari hidupnya dan biasanya berbentuk narasi. Buku memoar biasanya bisa memberi inspirasi
pembaca. Laskar Pelangi adalah kisah 10 bocah, dari sudut pandang Andrea
Hirata. Dan buku ini bagi saya sangat
istimewa karena mengabadikan peristiwa dalam kehidupan seseorang. Semoga
jawaban ini berkenan untuk Bu Endang. Ada kutipan yang menarik bahwa Memoar
dapat menjadi obat berdamai dengan masa lalu. Dengan berbagi ilmu kita akan
semakin kaya dan bahagia🙏
Monggo ibu clossing dulu? Mohon maaf jika ada tulisan yang kurang
berkenan. Semoga pertemuan ini menjadi trigger untuk menjadi penulis yang luar
biasa. Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan
yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar Terima kasih. Semoga diberi rejeki sehat,
panjang umur dan selalu dalam keberkahan Allah SWT. Aamiin Wassalamu alaikum Wr. Wb ( Sumber : Musiin, M
Pd, WA grup Belajar Menulis, 17 juni 2022)
Demikian juga dari saya yang
bertugas sebagai moderator, jika ada sesuatu yang kurang dan tidak berkenan
mohon dimasfkan yang setulus - tulusnya. Sebelum saya undur diri.. jangan lupa
resume dikirim juga melalui link yang telah disediakan : https://forms.gle/vBXcnbnUtayjXNqSA
Link pengumpulan resume gelombang 25 26
Daun
salam segar baunya, Sedap nian biji selasih, Selamat malam semuanya, Cukup
sekian terimakasih. Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Comments
Post a Comment